Kisah Misteri Pohon Keramat Ketos “Kerajaan Tuyul” di Klaten Jawa Tengah

tuyul pesugihan islamKisah Misteri Pohon Keramat Ketos “Kerajaan Tuyul” di Klaten Jawa Tengah – Sebuah pohon keramat tua “Pohon Ketos” diperkirakan sudah berusia sekitar 500 tahun di di dukuh Mbero, Palar, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, diyakini menyimpan sebuah misteri yang dipercaya bahwa pohon tersebut telah menjadi kerajaan tuyul. Konon menurut cerita turun temurun, pohon ketos tersebut adalah jelmaan dari raga Eyang Bandho yang lepas dari sukmanya. Eyang Bandho adalah salah satu cucu Prabu Jayabaya. Hingga sekarang banyak warga yang mengunjungi pohon keramat itu mencari berkah.

Meski letaknya yang jauh, sekitar 12 kilometer dari Klaten, tidak menyurutkan niat para peziarah untuk berkunjung dan mencari berkah di pohon ketos tersebut. Pohon tersebut dikelilingi oleh tembok pagar dengan berpintu gapura.

Pohon keramat yang katanya hanya boleh dikunjungi oleh orang-orang yang berkepribadian sopan dan sehat jasmani rohani itu dijaga oleh seorang juru kunci yang biasanya akrab disapa Mbah Kardikem. Seorang wanita berumur kira-kira 75 tahun itu merupakan juru kunci penerus dari ibunya yang juga juru kunci generasi sebelumnya.

Siapa saja yang barangkali ingin mendapatkan pesugihan dengan memelihara tuyul dari pohon keramat tersebut, maka diharuskan meminta ijin juru kunci terlebih dahulu. “Banyak orang terkabulkan hajatnya setelah mengunjungi pohon ketos tersebut, Memang paling gampang untuk mendapatkan tuyul adalah di sini,” ngendikane (dalam bahasa Indonesia “kata”) Mbah Kardikem.

Mbak Kardikem sendiri mengaku tidak tahu secara pasti sejak kapan pohon ketos itu ada. Dalam ingatannya pohon itu ada sejak ia masih kecil bahkan mungkin sebelum lahir. Menurut cerita turun menurun di daerah tersebut, pohon ketos yang dikeamtakan itu adalah titisan dari Eyang Bandho. Ketika sukma Eyang Bondho terlepas dari raganya, tiba-tiba raga itu menjadi pohon ketos. Eyang Bondho salah satu cucu dari Prabu Jayabaya, Kediri.

Di hari-hari tertentu, Eyang Bondho sering menampakkan diri, beliau berbentuk ‘rakit’ dalam bahasa jawa disebut “gethek”. Gethek ini biasayanya dipakai untuk menyeberangi sungai di sekitar tempat itu. Karena seringnya menampakkan diri, Eyang Bondho lantas mendapat julukan ‘Gethek Bero’ oleh masyarakat setempat.


Masih menurut Masyarakat, kabarnya bentuk dari Pohon ketos ini tak pernah sekalipun berubah, bentuknya tetap dan masih seperti itu sejak ratusan tahun lalu hingga sekarang. Tak seseorangpun yang berani mengambil apapun disitu walaupun Cuma daun dan rantingnya sekalipun tak ada berani. Dalam keyakinan masyarakat setempat, apabila ada orang yang berani mengambil apapun dari pohon tersebut maka nasib buruk akan menimpa orang itu.

Pernah ada pengalaman seorang warga yang tidak sengaja mengambil ranting dari pohon keramat tersebut dan di jadikan kayu bakar untuk memasak, namun aneh bin ajaib, kayu tersebut tidak terbakar sedikitpun. Kuncen “Mbah Kardikem” mengatakan, Bahwa Pohon Ketos itu hanya tumbuh satu-satunya di klaten.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh si peminta pesugihan. Yaitu sesaji 7 malam Jumat berturut-turut. Sesaji itu berupa kembang setaman, pisang raja, teh manis, gecko (garang asem). Kemudian ditutup dengan kendurian. Setiap malam Jumat Kliwon dan Sabtu sudah pasti pohon itu ramai didatangi warga dari berbagai daerah bahkan dari Jawa Barat, Banten, Bandung dan Cirebon.

Ada beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar, antara lain tak boleh berlaku kasar dan emosional selama 7 Jumat. Setiap peziarah, diperkenankan masuk kompleks pohon, tapi tidak boleh memetik sembarang daun. Percaya tak percaya, warga di sekitar pun tidak ada yang berani memetik daun dari pohon yang dikeramatkan itu.

Baca juga : Pesugihan Islam

8,715 total views, 3 views today

Incoming search terms:

  • pesugihan tuyul di jawa tengah
  • kampung tuyul klaten
  • pesugihan tuyul di trucuk klaten
  • Kampung tuyul
  • kerajaan tuyul
  • tempat pesugihan tuyul di klaten
  • pesugihan tuyul klaten
  • trucuk klaten tuyul
  • tempat mencari tuyul di klaten
  • tuyul klaten