Menguasai Laduni Dengan Cepat

Apakah itu pengetahuan laduni? Ia yaitu pengetahuan yang membawa pengertian atau arti yang baru pada syariat, bukanlah membawa syariat baru. Pengetahuan laduni atau pengetahuan ilham adalah pengetahuan yang Allah jatuhkan ke hati beberapa wali-Nya, tanpa ada lewat sistem usaha ikhtiar atau hasil mendengar kuliah dari pada guru atau hasil berfikir. Ia terjatuh direct ke hati. Yang mana apabila disyarahkan atau dihuraikan, ia jadi satu pengetahuan atau satu huraian yang sangatlah ilmiah. Ertinya ia jadi satu pengetahuan yang sangatlah berguna. Pengetahuan yang dijumpai itu pas, memberikan keyakinan, logik, berikan kenikmatan dan tak meletihkan otak. Bagaimanakah juga ia bisa lupa dari pada ingatan. Berbeza dengan pengetahuan hasil belajar, membaca, berfikir atau mentelaah yang cepat membosankan.menjengkelkan. Terkadang ianya tak pas, tak memberikan keyakinan atau tak logik serta meletihkan. Untuk memperolehnya butuh sistem saat yang lama. Ertinya hasil membaca, berfikir sesudah faham baru bisa pengetahuan.

Bila demikian pengetahuan laduni atau pengetahuan ilham bukanlah membawa syariat yang baru. Ia membawa arti atau tafsiran yang baru, yang sesuai sama jadikan aksi serta penyelesai permasalahan untuk zamannya atau arti yang spesifik, spesial untuk orang itu. Kenapa juga pengetahuan ilham atau pengetahuan laduni ini disebutkan juga sebagai penyelesai permasalahan sesuai sama zamannya serta bukanlah untuk seluruhnya zaman? Bila saya akan umpamanya pengetahuan Allah itu yaitu pengetahuan Al Quran atau Sunnah Rasul, yang maha luas serta tak berkesudahan itu dimisalkan juga sebagai khazanah lautan, tiap-tiap orang yang mencari khazanah lautan itu insya-Allah bisa suatu hal yang berguna untuk dianya serta untuk orang lain. Apa yang diperolehi oleh tiap-tiap orang itu mungkin saja berbeda diantara keduanya. Mungkin saja ada yang bisa kerang atau ada yang bisa ikan sahaja. Orang yang bisa ikan juga mungkin saja berbeda macamnya. Ada yang bisa ikan yu, ada yang bisa ikan pari, ikan kembung dsb. Ada pula yang bisa minyak, mutiara, batu karang dan sebagainya lagi.

Untuk orang yg tidak faham, dia bakal menyampaikan pada orang yang bisa batu karang : “Awak ni tidak bisa apa-apalah! Saya bisa ikan. Inilah khazanah lautan yang sebenar. Awak ni bisa batu karang dari rimba mana? ” Namun untuk orang yang bisa batu karang menganggap mereka yang bisa ikan itu tidak dari khazanah laut. Pada akhirnya berlakulah tuduh-menuduh. Sesungguhnya kerang serta ikan keduanya sama khazanah laut, namun oleh kerana semasing kurang pengetahuan, jadi semasing berasumsi apa yang mereka bisa tersebut sesungguhnya dari laut. Yang lain tidak dari laut. Lebih-lebih lagi orang yang bisa minyak, tentulah mereka lebih sombong lagi serta menuduh beberapa orang yang bisa benda-benda lain tak dikira dari khazanah laut. Oleh itu untuk orang yang faham perihal laut, ia tak jadi permasalahan. Seluruhnya yang dimaksud itu yaitu khazanah lautan. Hanya kepentingan saja yang berbeda. Ikan untuk dikonsumsi. Bila minyak untuk enjin serta batu karang juga untuk hiasan serta begitulah selanjutnya.

Jadi, orang yang dikurniakan pengetahuan laduni atau pengetahuan ilham ini yaitu orang yang memperoleh khazanah dari lautan pengetahuan Allah. Ada beberapa macam pengetahuan serta tiap-tiap suatu hal pengetahuan itu memiliki banyak pengertian serta tafsirannya. Jadi Allah berikan pengertian serta tafsiran satu-satu ayat sesuai sama pada seorang itu untuk merampungkan permasalahan di zamannya atau kepentingan seorang itu. Perkara itu juga kebanyakannya bukanlah pengertian tentang hukum-hakam kerana masalah itu telah terus serta tak beralih untuk tiap-tiap zaman terkecuali perkara khilafiah. Demikian sebaliknya pengetahuan laduni ini kebanyakannya tentang penghuraian, falsafah, didikan, hal semasa, metod serta kaedah sahaja. Perkara-perkara ini bisa beralih.

Bila pengetahuan wahyu di sampaikan pada rasul atau nabi, pengetahuan laduni atau pengetahuan ilham juga Allah kurniakan pada beberapa wali serta beberapa orang soleh. Pengetahuan wahyu yaitu syariat baru yang memansuhkan syariat yang diamalkan pada awal mulanya pada saat pengetahuan laduni bakal membawa tafsiran atau arti baru pada pengetahuan wahyu itu, sesuai sama untuk zamannya atau orangnya. Pengetahuan wahyu tak dilupakan namun pengetahuan laduni atau ilham gampang dilupakan oleh orang yang menerimanya. Bila yang terima pengetahuan wahyu itu yaitu rasul jadi harus ianya di sampaikan namun bila dia seseorang nabi, jadi tak harus mengemukakannya. Sedang pengetahuan laduni elok di sampaikan kerana ia akan merampungkan beberapa masalah semasa yang tengah dihadapi oleh orang-orang, sesuai sama untuk zamannya. Atau untuk tahu hikmah atau pengajaran suatu hal hukum itu.

Bila pengetahuan wahyu tidak diterima, automatik seorang itu bakal jatuh murtad atau kafir serta di Akhirat bakal terjun ke Neraka dan abadi selamanya. Demikian sebaliknya bila menampik pengetahuan laduni atau pengetahuan ilham, tak jadi kafir namun bakal menyingkirkan barakah serta tertutup pintu pertolongan Allah. Mungkin saja ada orang yang bakal menampik pendapat ini perihal pengetahuan laduni ini serta payah untuk menerimanya terutamanya :

1. Orang yg tidak yakin ada pengetahuan laduni atau ilham didalam Islam.

2. Seorang yang tak ada pengetahuan ini serta tak ada pengalaman mengenainya, sekalipun dia mempercayainya.

3. Seorang yang tahu tentang pengetahuan ini namun kerana hasad dengki, dia tak suka dengan orang yang memperoleh pengetahuan ini, jadi dia juga buat-buat menampiknya, sedang hatinya membetulkan.

1,156 total views, 3 views today